Siapa itu Bubble Boy

Siapa itu Bubble Boy

David si ‘Bocah Gelembung’ ( Bubble Boy )

Jadi kali ini aku akan bahas tentang si ‘Bocah Gelembung’ atau kerap di sapa Bubble Boy. Si Bocah Gelembung ini adalah anak ke tiga dari pasangan Carol Ann dan David J. Vetter. David ( Bubble Boy ) terlahir dengan kondisi yang berbeda dengan anak lainnya, ia mengidap Severe Combined Immunodefiency (SCID), yaitu gangguan sistem imun yang diakibatkan oleh kelainan genetik.

Apasih SCID itu? Secara singkat SCID adalah penyakit langka yang mengancam nyawa bayi dimana kombinasi Sel T dan Sel B dalam sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sehingga tubuh rentan terkena infeksi bakteri, virus, ataupun jamur. Dan menariknya hanya laki - laki yang menderita SCID, makannya gangguan ini sering di sebut ‘Bubble Boy’.



















Tapi, kali ini kita tidak membahas mengenai si SCID itu, kita akan bahas menganai David. Kita mulai dari semasa David di kandungan ibunya, Carol. Semasa di dalam kandungan dokter sudah meberitahu Carol - ibu David- bahwa anak yang sedang di kandung nya memiliki kemungkinan menderita SCID, dokter menyarankan aborsi namun Carol kukuh untuk mempertahankan kandungannya dan menolak aborsi.

Menariknya, David bukanlah satu satunya dalam keluarganya yang menderita SCID, sebelumnya kakak tertua David menderita hal yang sama dan malangnya ia meninggal ketika baru di lahirkan. Kakak kedua David yaitu Katherine dilahirkan dengan kondisi yang normal.

Dan pada tahun 1970 David berhasil lahir ke dunia, dan sesuai perkiraan dokter David terlahir dengan kondisi SCID. Selang kurang lebih 20 detik kelahirannya David di pindahkan ke dalam ruang isolator bergelembung. Sebelum di tempatkan pada ruangan itu, isolator bergelembung tersebut sudah diisi perlengkapan bayi seperti popok, makanan, pakaian, dan air. Agar barang barang tersebut menjadi steril.

Semasa hidupnya David hidup dan tumbuh di dalam ruangan yang sempit dan terisolasi agar dirinya tetap steril, David dapat tumbuh menjadi seperti anak anak lainnya dan terlihat normal, yang membedakan David tinggal di dalam ruangan gelembung. Dengan izin dokter David dapat mengunjungi rumahnya dan tentunya David harus tetap di dalam gelembung. Entah karena alasan apa David sempat melubangi gelembungnya. David mulai menyadari kalau ia ‘berbeda’ dari anak anak lainyya, dan harus menerima fakta ia harus terus tinggal di dalam gelembung.

Hal yang menarik dari kasus David, biaya pengobatan dan penelitian David di biayai oleh Pemerintah Amerika, dan yang lebih menariknya Tim Peneliti NASA meracang pakaian khusus yang memungkinkan David untuk beraktifitas diluar gelembung nya. Pakaian itu terlihat mirip dengan pakaian astronot, tepat di umurnya yang ke 6 tahun, David keluar dari gelembungnya dengan pakaian rancangan NASA tentu saja para tim medis harus menjaga lingkungan sekitar David agar tetap steril.

Dan semuanya tidak semudah yang dibayangkan, walaupun David sudah bisa keluar dari gelembungnya, kondisi kesehatan David semakin memburuk dan Pemerintah Amerika mulai berpikir menghentikan dana untuk pengobatan dan penelitian David, karena tidak ada hasil dari penellitian itu.

Pada tahun 1983 David melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang, tentu saja berdasarkan persetujuan keluarga Vetter dan tim Dokter. Donor sumsum tulang belakang di ambil dari saudara perempuan David Katherine, dan ternyata jenis sumsum tulang belakang saudaranya berbeda dengan David, meskipun begitu operasi tetap di lanjutkan, dokter mengatakan ada harapan tinggi akan keberhasilan dari operasi tersebut.

Kabar buruknya, beberapa bulan pasca operasi David jatuh sakit, ia terserang demam, diare, dan mimisan. David di diagnosa menderita kanker yang menyerang sistem imun, karena kondisi kesehatan David keluar dari ruang gelembung untuk menjalani perawatan intensif. David menyetujui untuk keluar dari gelmbung setelah sang ayah bertanya apakah ia bersedia dan David menjawab “Daddy, I will agree anything for better” (ayah, aku akan menyetujui apapun untuk menjadi lebih baik).

Setelah David keluar dari ruang gelembung, untuk pertama dan terakhir kalinya ibu David dapat memegang anaknya. Kondisi David semakin memburuk, ia mengalami koma. Setelah 15 hari keluar dari ruanng gelembung David meninggal, tepatnya pada 22 februari 1984.

Dan David hanya memilik umur selama 14 tahun, setelah kematiannya Klinik Imunologi dan Alergi anak di texas mendirikan David Center sebagai dedikasi untuk riset terhadap penderita gangguan imun. Dan berkat sel darah David yang di teliti anak anak yang menderita SCID dapat hidup dengan normal.



Related Posts: