4 Macam Pekerjaan Online yang Bisa Dilakukan di Saat Corona COVID-19

4 Macam Pekerjaan Online yang Bisa Dilakukan di Saat Corona COVID-19

4 Macam Pekerjaan Online yang Bisa Dilakukan di Saat Corona


Pandemi Covid-19 sampai saat ini memang belum kunjung usai. Faktor ekonomi kemudian menjadi salah satu pendorong agar tetap bisa beraktivitas dan mendapat penghasilan. Tetapi, anda tak perlu cemas. Sebab, ada beberapa rekomendasi pekerjaan online yang bisa dilakukan di saat Corona.

Saat ini sudah banyak orang yang mulai sadar bahwa fungsi kantor sebenarnya tidak terlalu penting selama ada jaringan internet yang stabil. Bila ingin rapat, bisa menggunakan Skype atau aplikasi layanan video call lain. Bila mau absen, tinggal download aplikasi absen online. Semua pekerjaan bisa diselesaikan kapanpun dan dimanapun.

Rekomendasi Pekerjaan Online yang Bisa Dilakukan di Saat Corona

Meskipun saat ini bisa menggunakan sistem Work From Home atau WFH, tetapi pastinya ini tidak berlaku untuk semua jenis pekerjaan. Profesi seperti perawat, sopir ojek online, dokter, buruh pabrik, atau pedagang warung makan yang tidak punya privilese bekerja dari rumah, kita semua harus mengapresiasi kerja mereka. Terlebih lagi di tengah pandemi Covid seperti sekarang ini.

Meski demikian, ada beberapa jenis pekerjaan online yang dirasa menguntungkan dan dapat dilakukan dari rumah. Siapa tahu anda punya ketertarikan untuk mencobanya dan ingin berpindah haluan. Berikut ini adalah 4 jenis pekerjaan online saat Corona dan mendatangkan banyak keuntungan meski dikerjakan di rumah.

1. Jualan Online

Online shop atau jualan online bisa memungkinkan anda untuk memperoleh penghasilan. Walaupun tetap berada di rumah, anda juga dapat melayani pelanggan secara online. Dengan demikian, anda masih tetap bisa menjaga jarak serta menghindari kontak fisik dengan orang lain.

Disamping itu, saat anda menjalankan bisnis online, bisa menjadi side job bagi anda yang punya pekerjaan pokok dan masih ingin memperoleh penghasilan tambahan. Mengurus bisnis online bisa dilakukan setiap saat sehingga tidak akan terlalu menyita waktu.

2. Penulis Lepas

Di tengah pandemi ini, ada jenis pekerjaan online yang bisa dilakukan di saat Corona seperti menjadi penulis lepas. Disamping ini merupakan jenis pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, penulis lepas juga menjadi salah satu jalan bagi anda untuk memperoleh penghasilan.

Bila anda punya hobi dan kemampuan menulis, maka pekerjaan ini bisa dipertimbangkan. Bukan hanya itu, jika tulisan anda berkualitas, anda bisa menerima berbagai tawaran menarik serta mendapatkan proyek. Ada banyak pihak yang mungkin akan membutuhkan kemampuan menulis anda ini.

3. Web Developer

Semakin hari jumlah lembaga atau orang yang mempunyai website semakin banyak. Oleh sebab itu, permintaan bekerja menjadi web developer juga meningkat. Sebab website yang bertebaran di internet pastinya membutuhkan pengaturan dan perawatan.

Oleh sebab itu, profesi sebagai web developer sangat berpeluang bagus untuk anda. Bila anda ingin mencoba pekerjaan ini, maka anda harus mengetahui seperti apa kode-kode sistem komputer yang rumit. Namun anda jangan menyerah dulu, pasti akan ada jalan bila ada kemauan yang kuat.

4. Blogger

Sama seperti seorang penulis, blogger bekerja dalam bidang kepenulisan. Tulisan yang dibuat blogger lebih fokus pada pembahasan yang detail dan lebih spesifik. Misalnya tentang makanan, kecantikan, dan lain sebagainya. Tulisan yang dibuat blogger biasanya punya pangsa pasar tersendiri dan lebih spesifik. Bukanlah untuk pembaca umum sebagaimana tulisan yang telah ditulis oleh penulis pada umumnya.

Ketika blog anda banjir pengunjung, situasi ini bisa dimanfaatkan untuk memperoleh pemasukan. Caranya dengan bekerja sama dengan afiliasi atau perusahaan tertentu. Maka dari itu, blogger bisa menjadi salah satu jenis pekerjaan online yang bisa dilakukan di saat Corona.



Keyword: pekerjaan online yang bisa dilakukan di saat corona


Related Posts:

Siapa itu Bubble Boy

Siapa itu Bubble Boy

David si ‘Bocah Gelembung’ ( Bubble Boy )

Jadi kali ini aku akan bahas tentang si ‘Bocah Gelembung’ atau kerap di sapa Bubble Boy. Si Bocah Gelembung ini adalah anak ke tiga dari pasangan Carol Ann dan David J. Vetter. David ( Bubble Boy ) terlahir dengan kondisi yang berbeda dengan anak lainnya, ia mengidap Severe Combined Immunodefiency (SCID), yaitu gangguan sistem imun yang diakibatkan oleh kelainan genetik.

Apasih SCID itu? Secara singkat SCID adalah penyakit langka yang mengancam nyawa bayi dimana kombinasi Sel T dan Sel B dalam sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sehingga tubuh rentan terkena infeksi bakteri, virus, ataupun jamur. Dan menariknya hanya laki - laki yang menderita SCID, makannya gangguan ini sering di sebut ‘Bubble Boy’.



















Tapi, kali ini kita tidak membahas mengenai si SCID itu, kita akan bahas menganai David. Kita mulai dari semasa David di kandungan ibunya, Carol. Semasa di dalam kandungan dokter sudah meberitahu Carol - ibu David- bahwa anak yang sedang di kandung nya memiliki kemungkinan menderita SCID, dokter menyarankan aborsi namun Carol kukuh untuk mempertahankan kandungannya dan menolak aborsi.

Menariknya, David bukanlah satu satunya dalam keluarganya yang menderita SCID, sebelumnya kakak tertua David menderita hal yang sama dan malangnya ia meninggal ketika baru di lahirkan. Kakak kedua David yaitu Katherine dilahirkan dengan kondisi yang normal.

Dan pada tahun 1970 David berhasil lahir ke dunia, dan sesuai perkiraan dokter David terlahir dengan kondisi SCID. Selang kurang lebih 20 detik kelahirannya David di pindahkan ke dalam ruang isolator bergelembung. Sebelum di tempatkan pada ruangan itu, isolator bergelembung tersebut sudah diisi perlengkapan bayi seperti popok, makanan, pakaian, dan air. Agar barang barang tersebut menjadi steril.

Semasa hidupnya David hidup dan tumbuh di dalam ruangan yang sempit dan terisolasi agar dirinya tetap steril, David dapat tumbuh menjadi seperti anak anak lainnya dan terlihat normal, yang membedakan David tinggal di dalam ruangan gelembung. Dengan izin dokter David dapat mengunjungi rumahnya dan tentunya David harus tetap di dalam gelembung. Entah karena alasan apa David sempat melubangi gelembungnya. David mulai menyadari kalau ia ‘berbeda’ dari anak anak lainyya, dan harus menerima fakta ia harus terus tinggal di dalam gelembung.

Hal yang menarik dari kasus David, biaya pengobatan dan penelitian David di biayai oleh Pemerintah Amerika, dan yang lebih menariknya Tim Peneliti NASA meracang pakaian khusus yang memungkinkan David untuk beraktifitas diluar gelembung nya. Pakaian itu terlihat mirip dengan pakaian astronot, tepat di umurnya yang ke 6 tahun, David keluar dari gelembungnya dengan pakaian rancangan NASA tentu saja para tim medis harus menjaga lingkungan sekitar David agar tetap steril.

Dan semuanya tidak semudah yang dibayangkan, walaupun David sudah bisa keluar dari gelembungnya, kondisi kesehatan David semakin memburuk dan Pemerintah Amerika mulai berpikir menghentikan dana untuk pengobatan dan penelitian David, karena tidak ada hasil dari penellitian itu.

Pada tahun 1983 David melakukan operasi cangkok sumsum tulang belakang, tentu saja berdasarkan persetujuan keluarga Vetter dan tim Dokter. Donor sumsum tulang belakang di ambil dari saudara perempuan David Katherine, dan ternyata jenis sumsum tulang belakang saudaranya berbeda dengan David, meskipun begitu operasi tetap di lanjutkan, dokter mengatakan ada harapan tinggi akan keberhasilan dari operasi tersebut.

Kabar buruknya, beberapa bulan pasca operasi David jatuh sakit, ia terserang demam, diare, dan mimisan. David di diagnosa menderita kanker yang menyerang sistem imun, karena kondisi kesehatan David keluar dari ruang gelembung untuk menjalani perawatan intensif. David menyetujui untuk keluar dari gelmbung setelah sang ayah bertanya apakah ia bersedia dan David menjawab “Daddy, I will agree anything for better” (ayah, aku akan menyetujui apapun untuk menjadi lebih baik).

Setelah David keluar dari ruang gelembung, untuk pertama dan terakhir kalinya ibu David dapat memegang anaknya. Kondisi David semakin memburuk, ia mengalami koma. Setelah 15 hari keluar dari ruanng gelembung David meninggal, tepatnya pada 22 februari 1984.

Dan David hanya memilik umur selama 14 tahun, setelah kematiannya Klinik Imunologi dan Alergi anak di texas mendirikan David Center sebagai dedikasi untuk riset terhadap penderita gangguan imun. Dan berkat sel darah David yang di teliti anak anak yang menderita SCID dapat hidup dengan normal.



Related Posts:

Review jujur : Foundation NYX : Can’t Stop Won’t Stop

Review jujur : Foundation NYX : Can’t Stop Won’t Stop























Kali ini aku mau review salah satu Foundation dari Brand yang cukup terkenal dan harganya cukup fantastis untuk ukuran kantong pelajar seperti saya, hehe. Jadi ini foundi yang paling cocok ke kulit aku yang tonenya cenderung gelap (sawo matang) seperti kulit orang Indonesia pada umumnya.

Jadi NYX Can’t Stop Won’t Stop ini dirilis pada tahun 2018, jadi agak telat sih aku ngereviewnya. Tapi, foundi ini masih hits dan recomended di tahun 2020 ini. Di awal rilisnya Foundi ini dibandrol dengan harga $15 atau kurang lebih Rp 250.000,00- jika dirupiahkan. Wow cukup fantastis kan. Dirilis dengan 45 pilihan warna (shades) yang cocok untuk semua tone kulit, tapi tidak semua shades masuk ke indonesia. Foundi ini mengklaim memiliki matte finish, artinya hasil akhir dari Foundi ini adalah matte. Serta tahan sampai 24 jam, cocok banget nih buat kamu yang sibuk beraktifitas di luar rumah karena Foundi ini cocok di iklim tropis. Foundi ini mengklaim Full Coverage yang artinya menutupi dengan penuh.

Keunggulan Foundi ini menurut aku, walaupun memiliki matte finish tapi ringan banget di kulit, seperti hanya memakai BB cream atau DD cream doang, seperti lagi tidak pakai foundation. Dan seperti yang aku bilang di atas, NYX Can’t Stop Won’t Stop ini cocok di iklim tropis seperti Indonesia jadi cocok banget untuk aktifitas seharian seperti ke kampus, ke kantor, dan aktifitas lainnya. Aku kira awalnya Foundi ini engga akan cocok di type kulit aku yang cenderung kering, tapi… cocok guys, hehe. Karna kulit aku cenderung gelap jadi aku memilih shades Soft Beige, menurut aku shades yang ini cocok dan masuk banget ke kulit aku.

Tahan lama gak sih? Nah Can’t Stop Won’t Stop ini ga ngecrack (artinya ga nimbulin bekas di smile line atau pun di kerutan mata) di kulit aku, walaupun kemaren aku makainya ga pake primer make up cuma pake day cream dari skin care aku. Untuk di ruangan dengan AC produk ini cenderung tidak mengalami oksidasi ( yang membuat kulit terlihat kusam), tapi bukan berarti terlihat seperti waktu pertama kali kita menggunakan foundi ini, hanya sedikit memudar tapi memudar dengan indah (kulit tetap terlihat fresh). Kalau bisasanya ketika memakai foundation aku perlu lock lagi dengan bedak tabur, kali ini aku ga ngelakuin itu temen temen, aku cuma pake foundation doang dan hasilnya cukup memuaskan. Foundation ini ga menimbulkan minyak berlebih, cuma ada sedikit minyak yang ga ngerusak penampilan di ujung hidung (aku gatau ini efek skin care yang aku pakai atau foundation nya) tapi kulit muka tetap terlihat fresh kok. Dan kerennya, foundation ini gak mengalami yang namanya transfer berlebih , misalnya kalian berkeringat nih terus mau ngelap wajah menggunakan tisu, si foundi ini ga terlalu menempel di tisu sehingga penampilan kalian tetap oke (ga hanya menumpuk di beberapa bagian wajah). Untuk menggunakannya aku rasa produk ini lebih cocok menggunakan beauty blender daripada menggunakan kuas. Sebelum digunakan ke kulit, aku basahin dulu beauty blender nya dengan air agar lebih mudah saat digunakan.

Untuk kekurangan Foundi ini menurut aku enggak banyak sih, kalau aku pakai satu lapis gak menutupi dosa di muka—bekas jerawat dan noda hitam—jadi aku perlu apply dua lapis untuk menutupi semua dosa di muka ini (Full Coverage), walaupun udah make dua lapis foundi ini gak berat di muka (kok malah keunggulan lagi sih, hehe)

Untuk packaging, NYX ini bagus banget, cocok di bawa ke mana-mana karna ukurannya yang pas di genggaman tangan dan botol nya terbuat dari kaca tebal dan terlihat mewah (harganya juga). Kabar baiknya di tahun 2020 ini produk NYX : Can’t Stop Won’t Stop mengalami penurunan harga, yaitu dari 250.000 menjadi 199.000 saja.

Sekian review jujur dari saya, semoga membantu kalian yang masih bingung ingin beli produk ini atau tidak.

Related Posts: